NEWS DETAIL

  1. Galery Kegiatan
  2. Ratu Shima: Teladan Kejujuran untuk Hari Anak

Ratu Shima: Teladan Kejujuran untuk Hari Anak

by | Jul 23, 2026

Hari Anak bukan hanya tentang merayakan kebahagiaan anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter yang akan menjadi bekal mereka di masa depan. Salah satu nilai yang paling penting adalah kejujuran.
Pada abad ke-7 M, Ratu Shima memimpin Kerajaan Kalingga dengan tegas dan adil. Ia menetapkan aturan bahwa tidak seorang pun boleh mengambil atau menyentuh barang yang bukan miliknya. Berkat ketegasan tersebut, rakyat Kalingga dikenal sangat jujur sehingga kerajaan menjadi aman dan makmur.
Kabar tentang kejujuran itu sampai kepada Raja Khom. Untuk mengujinya, ia meletakkan sebuah kantong berisi emas di tengah jalan. Berhari-hari bahkan berbulan-bulan, tidak ada seorang pun yang mengambil atau menyentuh kantong tersebut.
Suatu hari, Putra Mahkota, Pangeran Narayana, tanpa sengaja menyentuh kantong emas itu dengan kakinya. Ketika mendengar kabar tersebut, Ratu Shima tidak membeda-bedakan antara rakyat dan keluarganya sendiri. Ia tetap menggelar persidangan. Setelah mempertimbangkan bahwa sang pangeran tidak berniat mencuri, Ratu Shima memutuskan hukuman berupa pemotongan jari kaki, karena bagian tubuh itulah yang menyentuh barang yang bukan haknya.
Kisah ini mengajarkan bahwa kejujuran harus dibiasakan sejak dini, aturan berlaku sama bagi semua orang, dan setiap tindakan memiliki konsekuensi. Keteladanan Ratu Shima menunjukkan bahwa keadilan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Di Hari Anak, kisah ini menjadi pengingat bahwa membentuk generasi yang jujur dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berkata jujur, mengembalikan barang milik orang lain, dan berani mengakui kesalahan. Sebab, anak yang jujur hari ini adalah pemimpin yang berintegritas di masa depan.

Red.