NEWS DETAIL

  1. Galery Kegiatan
  2. Mengeluh Membuatmu Semakin Lelah

Mengeluh Membuatmu Semakin Lelah

by | Sep 15, 2026

Pernah nggak kamu merasa capek banget, padahal hari itu sebenarnya belum melakukan banyak hal?

Baru bangun sudah merasa malas. Lihat tugas, langsung mengeluh. Buka media sosial, melihat pencapaian orang lain, lalu merasa hidup sendiri kok begini-begini saja.

Tanpa sadar, kita bukan hanya lelah karena aktivitas, tetapi juga karena pikiran yang tidak berhenti bekerja.

Di zaman sekarang, otak kita setiap hari dibombardir dengan berbagai informasi, tugas, notifikasi, tuntutan, dan perbandingan sosial. Media sosial juga membuat kita terus melihat kehidupan orang lain. Ada yang berprestasi, punya barang baru, jalan-jalan, atau terlihat bahagia. Akhirnya muncul pikiran, “Kok aku belum seperti mereka?”

Semua itu bisa membuat kita semakin mudah mengeluh.
“Tugas banyak banget.”
“Kenapa harus aku?”
“Capek banget hidup begini.”
“Orang lain enak, aku kok susah terus?”

Mengeluh memang bisa membuat kita merasa lega sesaat. Tetapi kalau dilakukan terus-menerus, justru bisa membuat kita semakin lelah.

Kenapa Bisa Begitu?
Ketika kita terus membicarakan masalah yang sama, pikiran kita juga terus kembali kepada masalah tersebut. Kita memutar kejadian yang sudah terjadi, membayangkan hal buruk yang belum tentu terjadi, dan memikirkan sesuatu yang sebenarnya tidak bisa kita kendalikan.

Akhirnya, masalah yang awalnya hanya satu terasa seperti semakin besar.
Misalnya kamu mendapat nilai yang kurang bagus.
Awalnya hanya:
“Nilai ujianku jelek.”
Lalu berkembang menjadi:
“Aku memang nggak pintar.”
“Belajar juga percuma.”
“Teman-temanku lebih hebat.”
“Aku pasti gagal lagi.”
Satu masalah akhirnya berubah menjadi banyak pikiran negatif.

Di sinilah keluhan bisa menjadi lingkaran yang melelahkan. Kita memikirkan masalah → mengeluh → merasa semakin buruk → memikirkan lagi → mengeluh lagi.

Tubuh pun bisa ikut merasakan dampaknya. Pikiran yang terus tegang dapat membuat kita merasa lesu, sulit berkonsentrasi, mudah emosi, bahkan merasa tidak punya energi untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya harus dikerjakan.

Yang Lebih Melelahkan Bukan Masalahnya, Tapi Memikirkannya Terus-Menerus

Tidak semua masalah bisa langsung diselesaikan. Ada hal yang memang membutuhkan waktu. Ada juga hal yang berada di luar kendali kita.

Tetapi ketika kita terus mengeluh tentang sesuatu yang tidak bisa kita ubah, energi kita tetap terkuras.

Misalnya, kita tidak suka aturan sekolah. Kita bisa mengeluh sepanjang hari tentang aturan tersebut. Namun, kalau aturan itu memang tidak bisa kita ubah saat itu, apa yang berubah?

Aturannya tetap sama. Tetapi energi kita sudah habis.
Itulah mengapa penting untuk menyadari bahwa mengeluh tidak selalu membuat beban menjadi lebih ringan.
Kadang, justru kita yang membawa beban itu ke mana-mana.
Jadi, Haruskah Kita Berhenti Mengeluh?
Tidak.
Mengeluh sesekali itu wajar. Kita tetap butuh tempat untuk bercerita ketika sedang kecewa, marah, atau lelah. Yang perlu dihindari adalah mengeluh tanpa batas dan tanpa arah.

Setelah mengeluarkan keluhan, coba berhenti sebentar dan tanyakan:
“Apakah ini sesuatu yang bisa aku ubah?”
Kalau bisa, pikirkan satu langkah kecil yang dapat dilakukan.
Kalau tidak bisa, mungkin sudah waktunya untuk menerima dan melepaskannya.

Karena hidup memang tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Kita tidak bisa mengendalikan semua keadaan, tetapi kita masih bisa memilih bagaimana meresponsnya.

Jadi, lain kali ketika kamu merasa ingin mengeluh terus-menerus, coba ingat satu hal:

Masalah memang bisa membuatmu lelah. Tetapi terus-menerus mengeluh tentang masalah yang sama bisa membuatmu jauh lebih lelah.

Kadang yang kita butuhkan bukan lebih banyak mengeluh, tetapi berhenti sejenak, menarik napas, menerima keadaan, lalu bertanya: “Sekarang, apa yang bisa aku lakukan?”

Red.