NEWS DETAIL

  1. Berita Prestasi
  2. MATCHA TAK SAMA TANPAMU

MATCHA TAK SAMA TANPAMU

by | Oct 9, 2026

Di sebuah tempat yang jauh dari kehidupan manusia, terdapat sebuah kayangan yang indah. Di sana tinggal seorang peri bernama Luna. Luna bukanlah peri biasa. Ia memiliki sebuah gelang ajaib bernama Cloud Band, gelang yang memiliki kekuatan khusus dan sangat berarti bagi kehidupannya. Bagi Luna, Cloud Band bukan sekadar gelang, melainkan separuh dari hidupnya.
Namun, suatu hari ketenangan di kayangan berubah menjadi kepanikan. Badai besar tiba-tiba datang dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Angin berputar kencang dan membuat Luna kehilangan keseimbangan.
Tanpa sempat menyelamatkan diri, tubuh Luna terseret dan terpental sangat jauh dari kayangan menuju bumi.
Saat Luna terjatuh dari langit, tanpa disadarinya Cloud Band yang berada di tangannya ikut terlepas. Gelang ajaib itu jatuh ke bumi dan menghilang di suatu tempat. Luna sama sekali tidak mengetahui ke mana gelang tersebut jatuh.
Sementara itu, Luna masih terus terjatuh dari langit.
Hingga akhirnya…
BRUK!
Luna jatuh tepat di atas sebuah gerobak milik seorang pemuda bernama Zaidan, yang sedang sibuk berjualan matcha.
Gerobak itu langsung berantakan. Zaidan yang sedang melayani pembeli sontak terkejut melihat seorang perempuan tiba-tiba jatuh dari langit.
Luna pun segera bangkit dan meminta maaf karena telah membuat gerobak Zaidan berantakan.
Sebagai bentuk permintaan maaf, Luna menawarkan bantuan kepada Zaidan. Dengan kemampuan sihirnya, Luna membantu membuat usaha matcha milik Zaidan menjadi lebih menarik.
Usaha tersebut bernama Magic Matcha.
Sejak Luna ikut membantu, suasana Magic Matcha berubah. Dengan sedikit sentuhan sihir Luna, minuman yang dibuat Zaidan terlihat lebih menarik dan membuat banyak orang penasaran. Perlahan, pembeli semakin ramai berdatangan.
Zaidan yang awalnya hanya berjualan sendiri akhirnya terbiasa bekerja bersama Luna. Hari demi hari mereka lalui bersama. Dari mulai menyiapkan matcha, melayani pembeli, membersihkan gerobak, hingga bercanda ketika sedang tidak ada pembeli.
Tanpa mereka sadari, kebersamaan itu membuat hubungan Luna dan Zaidan menjadi semakin dekat.
Namun, di balik keceriaan Luna, sebenarnya ada satu hal yang selalu membuat pikirannya tidak tenang.
Cloud Band.
Setelah beberapa waktu tinggal dan bekerja bersama Zaidan, Luna akhirnya menceritakan tentang gelang ajaib miliknya yang hilang.
Luna menjelaskan bahwa Cloud Band bukanlah gelang biasa. Gelang tersebut merupakan separuh dari hidupnya dan sangat penting baginya.
Mendengar cerita Luna, Zaidan merasa kasihan. Ia kemudian berjanji akan membantu Luna menemukan gelang tersebut.
Keesokan harinya, Luna dan Zaidan kembali berjualan Magic Matcha. Namun kali ini, mereka juga mulai mencari Cloud Band di sela-sela kesibukan mereka.
Zaidan kemudian mendapatkan sebuah ide.
Ia menggambar Cloud Band sesuai dengan penjelasan Luna, kemudian mengunggah gambar tersebut ke Instagram.
Dalam unggahannya, Zaidan meminta siapa pun yang menemukan gelang tersebut agar segera menghubunginya melalui DM.
Zaidan berharap unggahan itu dapat membantu mereka menemukan gelang Luna.
Namun, tanpa mereka ketahui, unggahan tersebut justru dilihat oleh dua orang yang memiliki niat buruk, yaitu Bani dan Raisa.
Bani dan Raisa juga memiliki usaha berjualan matcha. Sayangnya, usaha mereka tidak seramai Magic Matcha milik Zaidan. Pembeli yang datang sangat sedikit sehingga keduanya merasa kesal dan iri.
Ketika melihat Magic Matcha semakin ramai setelah kehadiran Luna, rasa iri mereka semakin besar.
Mereka juga mulai memperhatikan Luna yang selalu berada di samping Zaidan dan membantu usaha tersebut.
Raisa kemudian berkata,
Raisa: “Semenjak ada cewek itu, usaha Zaidan semakin ramai, ya.”
Bani: “Iya. Sementara usaha kita sepi dan nggak banyak yang beli.”
Raisa: “Siapa sebenarnya cewek itu?”
Bani: “Aku juga penasaran. Kita cari tahu siapa Luna sebenarnya.”
Mereka berdua kemudian mulai mencari tahu tentang Luna.
Semakin banyak informasi yang mereka dapatkan, semakin terkejut mereka. Bani dan Raisa akhirnya mengetahui bahwa Luna bukan manusia biasa, melainkan seorang peri yang berasal dari kayangan.
Mereka juga mengetahui tentang Cloud Band dan mengetahui bahwa gelang tersebut merupakan separuh dari hidup Luna.
Mengetahui kelemahan Luna membuat Bani dan Raisa mendapatkan sebuah ide jahat.
Mereka kemudian menyusun rencana untuk menjatuhkan Luna dan Zaidan.
Bani: “Kalau kita menemukan Cloud Band-nya, kita bisa menghancurkan usaha Magic Matcha Zaidan.”
Raisa: “Bukan cuma usahanya. Kita juga bisa menghancurkan hidup Luna. Kalau Cloud Band itu rusak, dia pasti sangat terpukul.”
Bani: “Benar. Kita harus menemukan Cloud Band itu.”
Raisa: “Kalau sudah ketemu, kita sembunyikan dan kita rusakkan.”
Keduanya pun sepakat untuk mencari Cloud Band terlebih dahulu.
Hari demi hari berlalu.
Luna dan Zaidan tetap menjalankan Magic Matcha sambil mencari gelang tersebut. Namun, pencarian mereka belum membuahkan hasil.
Luna semakin khawatir. Ia takut tidak akan pernah menemukan benda yang sangat berarti bagi dirinya.
Sementara itu, Bani dan Raisa tidak berhenti mencari.
Sampai akhirnya, keberuntungan berpihak kepada mereka.
Cloud Band berhasil ditemukan.
Namun, bukannya mengembalikannya kepada Luna, Bani dan Raisa justru membawa gelang tersebut pergi.
Mereka kemudian merusakkan Cloud Band dan menyembunyikannya. Tujuan mereka hanya satu: menghancurkan kebahagiaan Luna sekaligus membuat usaha Magic Matcha Zaidan kembali kacau.
Ketika Zaidan mengetahui bahwa Cloud Band telah ditemukan tetapi berada di tangan Bani dan Raisa, ia mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Zaidan akhirnya menemukan bukti bahwa Bani dan Raisa telah menyembunyikan gelang tersebut.
Kejahatan mereka pun terbongkar.
Bani dan Raisa diketahui telah mengambil, menyembunyikan, serta merusakkan Cloud Band milik Luna. Mereka juga terbukti sengaja berusaha mengacaukan usaha Magic Matcha milik Zaidan.
Keduanya akhirnya ditangkap oleh polisi dan harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Setelah itu, Cloud Band yang rusak berhasil ditemukan dan dikembalikan kepada Luna.
Saat melihat gelang kesayangannya dalam keadaan rusak, wajah Luna langsung berubah sedih.
Luna: “Cloud Band-ku… kenapa sampai rusak?”
Air mata Luna pun mulai jatuh.
Bagi Luna, kerusakan Cloud Band bukanlah sesuatu yang sederhana. Gelang itu merupakan separuh dari hidupnya dan menjadi penghubung antara dirinya dengan kayangan.
Melihat Luna menangis, Zaidan berusaha menguatkannya.
Zaidan: “Jangan menangis, Luna. Kita pasti bisa memperbaikinya.”
Luna kemudian mengusap air matanya. Ia tidak ingin menyerah.
Dengan bantuan Zaidan, Luna mencoba memperbaiki Cloud Band sedikit demi sedikit. Mereka menghabiskan waktu bersama untuk mencari cara agar gelang tersebut kembali berfungsi.
Setelah melalui berbagai usaha, akhirnya keajaiban terjadi.
Cloud Band berhasil diperbaiki.
Cahaya dari gelang itu kembali menyala. Kekuatan ajaibnya pun kembali seperti semula.
Luna merasa sangat bahagia.
Namun, kebahagiaan itu sekaligus membawa sebuah kenyataan yang menyedihkan.
Dengan Cloud Band yang sudah kembali berfungsi, Luna akhirnya memiliki kesempatan untuk pulang ke kayangan.
Artinya, Luna harus meninggalkan bumi.
Dan meninggalkan Zaidan.
Hari perpisahan pun tiba.
Luna dan Zaidan berdiri bersama di dekat Magic Matcha. Tidak banyak yang mereka katakan. Keduanya hanya saling memandang, seolah-olah ingin mengingat wajah satu sama lain untuk terakhir kalinya.
Zaidan merasa berat untuk melepaskan Luna.
Zaidan: “Luna… kalau kamu pergi ke kayangan, bagaimana denganku? Aku tinggal sendiri di sini.”
Luna tersenyum kecil meskipun matanya mulai berkaca-kaca.
Luna: “Zaidan… jangan sedih. Kamu baik-baik di sini, ya. Jangan lupain aku.”
Zaidan: “Aku pasti nggak akan melupakan kamu, Luna.”
Luna: “Aku juga nggak akan melupakan kamu. Terima kasih sudah selalu membantuku dan menemaniku selama aku di bumi.”
Zaidan: “Kamu juga baik-baik di sana, Luna. Jaga diri kamu.”
Luna: “Iya. Kamu juga. Selamat tinggal, Zaidan…”
Sebelum benar-benar pergi, Luna memberikan satu gelas matcha kepada Zaidan.
Itu adalah matcha terakhir yang dibuat Luna untuknya.
Luna menyerahkannya sambil tersenyum, meskipun sebenarnya hatinya juga terasa berat.
Luna: “Ini matcha terakhir untukmu, Zaidan. Terima kasih untuk semuanya.”
Zaidan menerima matcha tersebut dengan perasaan yang bercampur aduk. Ada rasa sedih karena harus berpisah, tetapi juga ada rasa bahagia karena pernah memiliki kesempatan bertemu dan mengenal Luna.
Luna kemudian menggenggam Cloud Band miliknya.
Cahaya ajaib perlahan muncul di sekitar tubuhnya.
Zaidan hanya bisa berdiri dan memandangi Luna yang perlahan bersiap kembali ke kayangan.
Luna: “Selamat tinggal, Zaidan.”
Dengan kekuatan Cloud Band, Luna akhirnya kembali ke kayangan.
Dalam sekejap, sosok Luna menghilang dari hadapan Zaidan.
Zaidan berdiri sendirian sambil menggenggam matcha terakhir pemberian Luna. Semua kenangan bersama Luna kembali terlintas di pikirannya—saat pertama kali Luna jatuh ke gerobaknya, saat mereka berjualan bersama, saat mencari Cloud Band, hingga saat mereka berusaha memperbaikinya.
Hari-hari kemudian kembali berjalan.
Magic Matcha tetap buka.
Pembeli masih datang. Usaha Zaidan masih berjalan seperti biasa.
Namun, bagi Zaidan, semuanya terasa berbeda.
Tidak ada lagi Luna yang membantunya berjualan. Tidak ada lagi sihir kecil yang membuat Magic Matcha terasa istimewa. Tidak ada lagi suara Luna yang menemaninya setiap hari.
Zaidan memandang gerobak Magic Matcha sambil tersenyum kecil.
Ia kemudian melihat matcha terakhir pemberian Luna.
Meski Luna telah kembali ke kayangan, kenangan tentangnya akan selalu tinggal di hati Zaidan.
Karena sejak saat itu, bagi Zaidan…
“Magic Matcha tetap ada, tetapi rasanya tidak akan pernah sama tanpa Luna.”

Red. Siswi SMP Atqia