NEWS DETAIL

  1. Galery Kegiatan
  2. Hari yang Tidak Akan Kulupakan

Hari yang Tidak Akan Kulupakan

by | Oct 10, 2026

Pada suatu pagi, aku berangkat ke sekolah seperti hari-hari biasa. Namun, aku tidak menyangka bahwa hari itu akan menjadi hari yang paling aku ingat. Ternyata, hari itu menjadi hari yang sangat menyenangkan.
Sesampainya di kelas, suasananya seperti hari-hari biasa. Temanku ada yang berbicara dengan teman lainnya dan ada juga yang mengerjakan tugas. Setelah jam pelajaran dimulai, kami pun mengikuti pembelajaran seperti biasa.

Saat jam istirahat, wali kelas memberitahu bahwa akan ada perlombaan antar kelas. Suasana di kelas pun menjadi ramai karena adanya informasi tersebut. Kami mulai memikirkan konsep yang akan digunakan untuk kelas kami dalam perlombaan itu.

Kami berdiskusi untuk menentukan apa saja yang harus dipersiapkan. Setelah berdiskusi, akhirnya kami menemukan konsep yang akan dilakukan. Kami mulai dengan membersihkan kelas bersama-sama. Wali kelas kami berkata, “Kita hanya mempunyai waktu beberapa hari untuk menyelesaikan dan menghias kelas.”

Ketua kelas kami juga berkata, “Kalau mau menang, mari kita bekerja sama dalam perlombaan ini.”

Semua murid sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada yang menyapu, mengepel, membersihkan jendela, dan merapikan beberapa barang yang berserakan di meja. Aku dan temanku, Salsa dan Lala, mendapatkan tugas untuk membuat hiasan papan tulis dan jendela.

Pada awalnya, semua berjalan dengan lancar. Namun, ada salah satu temanku yang bernama Rendy menjatuhkan sebuah ember yang berisi air.

“Byurr!” suara air jatuh.

Air itu langsung menggenang di lantai.

Lala berkata, “Astaga, Rendy kenapa kamu menjatuhkan air itu?”

Beberapa teman pun menertawakan Rendy karena air yang jatuh mengenai wajahnya.

Setelah puas tertawa, kami segera melanjutkan bersih-bersih. Namun, masalah belum selesai. Ketika kami melanjutkan pekerjaan, ada seorang teman yang tidak sengaja terpeleset karena air yang dijatuhkan oleh Rendy.

Teman-temanku pun tertawa bukannya langsung membantunya. Setelah itu, ia dibantu oleh teman-temannya, lalu kami kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing.

Akhirnya, setelah beberapa hari berlalu dan waktu semakin sedikit, kami berhasil menyelesaikan dan menghias kelas. Walaupun hasil hiasan kami tidak begitu sempurna, setidaknya kelas kami telah berusaha untuk memenangkan perlombaan ini.

Saat penilaian dimulai, para juri berkeliling untuk menilai masing-masing kelas. Kami hanya bisa berharap semua usaha yang sudah kami lakukan tidak sia-sia dan membuahkan hasil.

Setelah selesai menilai, para juri berkumpul untuk berdiskusi dan menentukan kelas yang akan menjadi pemenangnya. Sementara itu, para murid diperbolehkan pulang sehingga tidak ada yang mengetahui hasilnya selain guru-guru kami.

Sesampainya di rumah, kami masih penasaran dengan hasil lomba. Akhirnya, kami menunggu informasi dari wali kelas melalui grup kelas karena kami semua sudah pulang.

Menjelang siang, tiba-tiba pesan masuk dari wali kelas kami.

“Alhamdulillah, anak-anak kelas kami mendapatkan juara 1.”

Grup kami tidak lama kemudian ramai karena adanya informasi tersebut. Murid-murid berkata,

“Alhamdulillah.”

“Alhamdulillah, kerja keras kami semua tidak sia-sia. Terima kasih ya bu, sudah membantu kami semua.”

Kami semua merasa sangat senang. Rasa lelah kami selama membersihkan dan menghias kelas akhirnya terbayarkan.

Hari itu mengajarkan bahwa kerja sama dan usaha yang dilakukan bersama-sama dapat menghasilkan sesuatu yang bisa kami semua banggakan. Bukan hanya piala yang kami dapatkan, tetapi juga kenangan kebersamaan bersama teman-teman yang takkan kulupakan.

Red: Nabila Rizki Wardani